Dialektika Kemesraan Kampus MedWist

Ada yang dari kalimantan, ada yang dari sumatra, ada yang dari batam, dari riau ada yang dari banyumas, jakarta, sukabumi, cilacap, kebumen, jogja, klaten, solo, sukoharjo, wonogiri, ponorogo, malang, tuban, surabaya, makasar, pare kediri, sragen, madiun, bojonegoro dll
Ketika mereka berkumpul dan belajar di medwist mereka sedikit demi sedikit belajar falsafah-falsafah jawa juga. Meski masih jauh dari sempurna, dialektika kemesraan senantiasa mewarnai semangat buat menggapai cita-cita.
Mereka juga tahu kalau saya juga masih mau cuci baju sendiri, menyapu lantai, buatin teh, bangunin yang kesiangan, bareng mencabuti rumput taman, membuang sampah ke TPA, pakai masker buat membersihkan langit-langit rumah dan macam kegiatan rumah tanggaan pada umumnya. Ngeteh bareng pagi dan jam 4 sore atau begadang sambil berbagi pengalaman.
Sepertinya Inilah salah satu yang menjadikan kandidat rindu akan suasana kekeluargaan medwist 🙂