Catatan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur

Catatan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Kompetensi Instruktur

MEDWIST 16 November 2023 || Eko Susilo ( Instruktur Hortikultura – LKP MedWist )

Alhamdulillah, saya yang ditunjuk untuk ikut Pelatihan di BBPPMPV Pertanian Cianjur. Waktu penyelenggaraannya antara tanggal 31 Oktober 2023 sampai 12 Nopember 2023.   Acara dibuka oleh kepala balai Bp Dr. Yusuf S.T, M.T, lalu  di lanjutkan pretest.

Setelah istirahat siang dilanjutkan ke Materi pokok, yang pertama tentang pondasi materi. (20 JP sampai hari Kamis ) oleh ibu Diah Norita, S.E., Beliau menjelaskan  tentang pengetahuan dan keterampilan tentang perubahan mindset, pedagogik kekinian, kompetensi teknis, kewirausahaan dan kepemimpinan pembelajaran.

Di hari Kamis siang berganti materi yang disampaikan Bp Budiyarto, S.P tentang Teaching Factory dan Project Based Learning ( 72 JP). Di materi ini kita diajarkan tentang konsep Teaching Factory (Tefa) / Project Based Learning ( PJBL), Kompetensi Teknis, Penyusunan dan Presentasi Proyek, Proses Produksi dan Pengujian Proyek, Evaluasi Presentasi Hasil Proyek.

Di pembelajaran materi kedua ini kita belajar tentang teknik budidaya sayuran sistem hidroponik.

Sekarang ini cara menanam tanaman sudah modern sekali sehingga dapat dilakukan dengan bermacam cara. Diantara banyak cara yang digunakan saat menanam tanaman yaitu adalah metode hidroponik.

Salah satu teknik hidroponik di Indonesia ini telah banyak dikenal orang, yang digunakan oleh para petani.Pada bentuk pertanian hidroponik ini adalah sebuah cara tanam yang memakai bantuan air, yang mana pada tanaman tersebut tidak ditanam berada diatas tanah seperti cara tanam pada umumnya.

Pengertian Hidroponik 

Hidroponik merupakan sebuah cara budidaya menanam tanpa media tanah, dengan cara memanfaatkan air. Satu hal yang dapat ditekankan dalam sebuah hidroponik yaitu pemenuhan kebutuhan nutrisi untuk sebuah tanaman. Teknik dalam menanam hidroponik ini memerlukan air lebih sedikit apabila dibandingkan dengan menanam di tanah pada umumnya.

Metode tanam hidroponik ini tentunya sangat sesuai yang diterapkan pada wilayah yang memiliki sedikit air. Namun, dalam kebutuhan nutrisi tanaman juga menjadi sangat penting untuk pertumbuhan tanaman yang maksimal.Nutrisi pada tanaman yang dibudidayakan secara hidroponik ini dapat berasal dari bermacam – macam sumber, yang sebagai contoh dari kotoran bebek, kotoran ikan, pupuk kimia maupun sebuah unsur buatan lainnya.

Secara Etimologi

Dalam bahasa inggris, hidroponik (hydroponic) merupakan berasal dari kata Yunani yaitu hydro yang berarti air serta ponos yang artinya daya. Hidroponik sendiri dikenal dengan soilless culture maupun dengan arti budidaya tanpa tanah. Jadi hidroponik ini adalah sebuah budidaya tanaman yang menggunakan air dengan tidak memakai tanah sebagai media tanamnya.

Kelebihan dan Kekurangan Hidroponik

Kelebihan Teknik Hidroponik

Teknik hidroponik sendiri memiliki banyak sekali akan kelebihan, salah satunya adalah berkurangnya penggunaan air dalam pertanian. Sebagai contohnya, untuk mendapatkan panen 1 kilogram tomat melalui penanaman pada media tanah, umumnya diperlukan air sebanyak 400 liter. Sementara apa bisa menggunakan teknik hidroponik, untuk bisa menghasilkan jumlah tomat yang sama hanya memerlukan air hanya sekitar 70 liter.

Penghematan air ini tentunya akan sangat baik untuk pemeliharan kondisi dari lingkungan di masa depan. Selain itu juga, pada kawasan yang terbilang kering ini akhirnya memiliki solusi untuk dapat memproduksi tanaman. Metode hidroponik ini memungkinkan lingkungan yang kekurangan air untuk bisa memproduksi sendiri pada bahan makanan serta tidak selalu bergantung dari pasokan di daerah lain.

Dibawah ini merupakan kelebihan bercocok tanam dengan metode hidroponik, yaitu:

  1. Tidak membutuhkan media tanah
  2. Dapat memberi hasil yang lebih banyak
  3. Lebih steril serta bersih, baik proses maupun pada hasilnya
  4. Media tanam ini dapat dipakai hingga berulang kali
  5. Tanaman yang bisa tumbuh relatif lebih cepat
  6. Bebas dari hama maupun tanaman pengganggu (gulma)
  7. Nutrisi dari tumbuhan bisa dikendalikan secara lebih sederhana, sehingga akan lebih efektif serta efisien
  8. Polusi nutrisi kimia untuk lingkungan yang lebih rendah
  9. Air terus bersirkulasi serta dapat digunakan untuk keperluan lain, contohnya dijadikan akuarium
  10. Mudah dilakukan di rumah

Teknik penanaman hidroponik ini sangat cocok dilakukan di rumah, karena akan lebih bersih serta ramah lingkungan. Tanaman yang diletakkan di dalam ruangan yang tidak perlu menggunakan tanah, sehingga tidak akan ada tanah yang berserakan sehingga membuat kotor.Khusus untuk tanaman bunga-bungaan, warna pada bunganya bahkan bisa diatur menurut selera. Caranya yaitu dengan mengatur tingkat keasaman serta kebasaan dalam larutan nutrien yang diberikan untuk sebuah tanaman. Namun untuk bisa melakukan teknik ini memerlukan keahlian khusus.

Kekurangan Hidroponik

Perkembangan hidroponik di Indonesia sendiri diawali dengan hidroponik substrat, yang kemudian NTF (Nutrien Film Technique), serta dengan aeroponik. Hidroponik substrak ini tidak sepenuhnya menggunakan air untuk sebagai media, lalu menggunakan media tanah bukan tanah yang bisa menyerap serta menyimpan nutrisi, air serta oksigen sendiri mampu menjadi media tumbuhnya sebuah akar.

Bahan-bahan dalam metode substrat ini adalah sebuah arang sekam, kerikil, pasir, batu apung, rockwool, cocopeat, serta spons. Selain itu, dalam sistem irigasi ini menerapkan irigasi tetes agar kebutuhan unsur hara dari air sendiri bisa terpenuhi secara berkelanjutan.

Keuntungan dari sistem tanam hidroponik ini bukanlah tanpa kelemahan, sebab dalam metode ini tentunya juga memiliki sebuah kekurangan.

Berikut ini merupakan kelemahan dari metode hidroponik, yaitu:

1.Modal Besar

Pembuatan dari sistem hidroponik ini pertama kali membutuhkan modal cukup banyak, terutama apabila dijalankan dalam skala yang besar. Modal tersebut digunakan untuk membangun media tanam yang berupa instalasi terdiri dari pipa, selang, pompa akuarium serta sebagainya.

2.Sulit Mencari Perlengkapan

Meski hidroponik ini sudah mulai populer, namun dalam bahan serta alat yang dibutuhkan cenderung akan sulit didapatkan. Tidak semua toko dari pertanian menjual alat serta bahan hidroponik. Secara umumnya, alat serta bahan yang dijual oleh toko khusus hidroponik.

3.Butuh Perhatian Ekstra

Sangat diperlukan ketelitian dalam mempraktikan sebuah hidroponik. Petani pun harus mampu mengontrol nutrisi dan juga tingkat pH-nya secara berkala.

4.Perlu Keterampilan

Selain diperlukan ketelitian, petani juga harus memiliki keterampilan dalam hal menanam, menjalani pembibitan, dan menyemai serta melakukan perawatan yang sesuai karakteristik sebuah tanaman.

Jenis Sistem Hidroponik yang Populer di Indonesia

1. Hidroponik sistem wick atau sumbu

Hidroponik sistem wick atau sumbu merupakan sistem hidroponik yang paling sederhana. Sebab, sistem ini tidak perlu menggunakan instalasi dan listrik.

Sistem hidroponik wick dapat menggunakan bahan bekas seperti jerigen, botol, boks styrofoam, dan lain sebagainya. Sistem wick menggunakan gaya kapilaritas dengan kain flanel untuk membantu nutrisi diserap ke akar tanaman.

Kelebihan hidroponik sistem wick adalah mudah diaplikasikan, murah dan hemat biaya. Adapun kekurangannya adalah air nutrisi harus sering dilakukan pengadukan dan pergantian.

Selain itu, tanaman sering kali mengalami kekurangan oksigen yang dapat menghambat pertumbuhannya.

2. Hidroponik sistem rakit apung

Rakit apung menggunakan metode yang hampir sama dengan metode wick. Perbedaannya adalah hidroponik rakit apung tidak menggunakan kain flanel, sehingga akar tanaman langsung bersentuhan dengan air nutrisi.

Rakit apung dapat dijadikan sebagai hidroponik skala kecil (rumahan) atau hobi hingga skala besar (industri). Sistemnya pun sederhana karena memerlukan alat dan bahan yang mudah diperoleh.

Bahan-bahan yang digunakan untuk rakit apung meliputi styrofoam, tandon nutrisi dan net pot. Rakit apung terbilang sederhana karena sistem ini dapat menggunakan listrik atau tidak. Listrik yang digunakan hanya untuk penggerak aerator untuk penambahan oksigen dan ketika listrik padam tidak akan mengganggu sistem pertumbuhan tanaman. Rakit apung dalam skala besar dapat memproduksi tanaman dengan cukup baik.

3. Hidroponik Sistem NFT

Hidroponik NFT (Nutrient Film Technique) adalah sistem hidroponik yang menggunakan sistem sirkulasi nutrisi dengan aliran nutrisi yang tipis atau serupa dengan film.

Disebut film karena tanaman tumbuh pada aliran tipis yang menyerupai lapisan film. Sistem NFT bertujuan agar tanaman mendapatkan nutrisi, air dan oksigen secara bersamaan. NFT efisien dapat menghemat tenaga kerja dan waktu, karena menggunakan pompa air yang mensirkulasikan air nutrisi dari tandon ke pipa dan kembali lagi ke tandon. Air nutrisi disirkulasikan 24 jam penuh agar tanaman tidak kekurangan unsur hara.

Bahan-bahan untuk keperluan instalasi sistem NFT antara lain pompa air, tandon, talang kotak (gully) dan net pot.

Sistem NFT menggunakan kemiringan antara 1 sampai 5 derajat yang berfungsi mempermudah pergerakan sirkulasi air nutrisi. Kelebihan NFT antara lain pertumbuhan tanaman lebih baik, lebih cepat, tanaman lebih seragam karena air, nutrisi dan oksigen tersedia dalam jumlah yang seimbang. Kecepatan sirkulasi air nutrisi 2 sampai 3 liter per menit memberikan pertumbuhan yang optimal bagi tanaman. Di sisi lain, kekurangan sistem NFT antara lain modal awal pembuatan instalasi relatif cukup mahal karena menggunakan listrik secara 24 jam terus-menerus.

4. Hidroponik sistem DFT

Sistem DFT (Deep Flow Technique) sama dengan sistem NFT. Perbedaannya pada sistem hidroponik DFT mensirkulasi air dan nutrisi dengan menggunakan metode genangan (ketinggian air 4 sampai 5 cm).

Perbedaan yang lain adalah sistem NFT menggunakan metode kemiringan, sedangkan instalasi DFT ini dibuat dengan keadaan sejajar. Hal ini berfungsi agar dapat mempertahankan nutrisi dalam kondisi tergenang.

5. Hidroponik sistem Dutch Bucket.

Sistem Dutch Bucket lebih sering digunakan untuk budidaya dengan jenis tanaman yang memiliki akar tunggang seperti melon, cabai, paprika, tomat, dan lainnya. Sistem ini menggunakan tetesan air nutrisi yang menetes secara terus menerus ke dalam bak atau ember tanaman dan sisa air nutrisi dialirkan kembali melalui selang atau pipa yang menuju ke penampungan air nutrisi yang nantinya akan digunakan kembali.

Dan kali ini project yang saya buat adalah budidaya budidaya pakcoy sistem NFT talang.

Ukuran meja  400cm × 150 cm

Adapun Bahan yang di butuhkan :

1. Kanal C  6 batang

2. Roffing

3. Talang kotak 9 lonjor

4. Peralon ½” 3 batang

5. L ½” 6

6. T ½ 5

7. Stop kran 2

8. Lem G

9. Lrm peralon

10. Pompa air

11.  Netpot       225

12. Nutrisi AB Mix

13. Benih pakcoy

14. Rockwoll

 

Alat

1. Bor

2. Holesaw

3. Cutter

4. Penggaris siku

5. Gergaji besi / Gerinda

6. Gunting untuk kanal

7. Tang.

 

Tahap pembuatan instalasi

1. Pembuatan meja instalasi

2. Pembuatan saluran instalasI

3. Pemasangan instalasi.

4. Pengisian bak tandon

5. Penanaman bibit

6. Pemasangan perangkap hama

Inilah kegiatan selama ikut di pelatihan, namun sebelum kegiatan praktek pembuatan instalasi saya juga di ajarkan cara semai benih dan cara membuat stok nutrisi AB Mix.

Setelah projek dikerjakan para peserta pelatihan menyusun RTL, lalu postest dan acara pelatihan di tutup .

 

Updated by. Eko Susilo

 

 


Posted

in

,

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

View this post on Instagram

A post shared by SEKOLAH KAPAL PESIAR & PERHOTELAN (@medwist)

Akselerasi Course Dokumen Pelaut English Cruise Explore MedWist Gallery MedWist Info Job Info Kursus Kompal Kampul Kutipan MedWist Management MedWist Skill News Official Program Serba-Serbi Testimoni Tips Kapal Pesiar Uncategorized Video MedWist

@medwist2024